Massage Online - Pembibitan Lele Sangkuriang
Sunday, 2016-12-04, 2:48 AM
Site menu
Site friends
Obrolan
Pengunjung

Generated by Pure CSS Menu.com : Free CSS Drop Down Menu Generator

Pembibitan Lele Sangkuriang

Pembibitan Lele Sangkuriang
Ada beberapa cara budidaya ( pembenihan ) dimana nantinya diharapkan dapat memperoleh benih benih lele, hasil dari pemijahan baik itu secara alami maupun secara buatan
Seperti halnya telah banyak tertulis di berbagai sumber baik dari buku-buku, di beberapa blog yang tersedia di internet yang mengupas perihal pembenihan ikan lele.
System perbenihan ikan terbagi diantaranya yaitu :
1. Sistem tradisional dimana lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu, dimana nantinya lele akan memijah dengan alami
2. Semi intensif dimana jantan dan betina di masukkan dalam satu kolam namun dengan menambahkan rangsangan hormon hipofesa
3. Intensif Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dimana induk jantan dan betina di berikan suntikan (hipofesa) guna merangsang kematangan telur. dan kemudian telur dan seperma di campur secara manual oleh petani.
Adapula beberapa ikan dapat dengan cara rangsangan ikan lain yang di tempatkan dalam satu wadah yang di masukkan dalam kolam pemijahan, langkah ini sebagai upaya untuk mempercepat rangsangan ikan untuk segera memijah
Sistem Pemijahan
Dalam perawatan indukan yang akan di pijahkan harus lah dengan penuh sangat hati hati, Indukan jantan dan betina di pelihara secara terpisah. Kolam yang digunakan bisa kolam tanah ( tidak dianjurkan ), kolam semen maupun kolam terpal. Disini digunakan kolam semen ukuram 3mx3mx1m dengan ketinggian air kolam sekitar 70cm.



Gambar : Kolam pemeliharaan induk
Pemberian pakan induk haruslah yang berkualitas bagus, karena dari sinilah akan didapat benih-benih yang berkwalitas. Indukan yang matang gonad dipilih untuk pemijahan, proses pengambilan indukan harus hati-hati kerena agar indukan tidak stress dan yang akan berakibat tidak maksinalnya proses pemijahan, Indukan tidak langsung di jaring/diserok ( jaring yang bergagang )dari kolam melainkan Proses pengambilan dilakukan dengan pengurangan air kolam sampai ikan terlihat didasar kolam, sehingga kita bias memilih ikan yang akan di pijahkan dengan mudah, ambil dengan serok, lalu masukkan dalam kolam pemijahan.Ini dimaksudkan untuk menghindari stress pada induk.


Gambar : Pemilihan Indukan (Repro)
Dari sini memang memerlukan keahlian untuk memilih induk yang telah matang gonad sehingga proses pemijahan berhasil dan juga dapat dihasilkan telur yang berkualitas baik
Diantara cirri-ciri induk yang baik adalah :
Induk Jantan bertanda
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing agak memerah




Gambar : Kelamin Ikan Jantan (Repro)
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat. Dan memerah




Gambar : Kelamin Ikan Betina (Repro)
Langkah berikutnya adalah dengan memasukkan Indukan Jantan dan Betina dalam satu kolam yang berukuran 2,3m x 2,3m x0,8m dengan ketinggian air 30-35 cm yang terlebih dahulu diberi kakaban ( rangkaian ijuk yang diapit bambu) dengan ukuran kolam tersebut bisa di pasang rangkaian ijuk 12 buah, dengan ukuran panjang sekitar 1m dan lebar rentangan ijuk 20 cm.




Gambar : Kolam pemijahan yang telah diberi ijuk 
Waktu pemasukan indukan ke dalam kolam hendaklah menjelang malam (sore) ini dikarenakan proses pemijahan memerlukan suasana yang cukup kondusif/tenang. Setelah kedua induk masuk diatas kolam di beri penutup bisa berupa lembaran plastik, terpal, maupun gedek ( anyaman bambu yang tipis ), biarkan proses pemijahan berjalan selama satu malam.
Kesokan harinya telur yang menempel pada ijuk yang sudah terbuahi akan terlihat putih kekung-kuningan cerah, itu pertanda proses pembuahan telah berhasil. Itu terlihat dari indukan jantan dan betina berjauhan yang biasanya nampak si induk betina berdiam di sudut kolam.
Setelah itu induk diangkat dan dikembalikan pada kolam penampungan induk. Dengan Indukan berumur 1,5 -2 tahun dan mempunyai berat antara 1,5 – 2 kg akan mampu menghasilkan telur sekitar 15.000 - 20.000 butir
Sesudah proses pengangkatan rentang waktu 20-24 jam telur akan menetas menjadi larva, ijuk segera diangkat karena apabila ijuk tidak diangkat, telur yang tidak sempurna dalam pembuahan akan busuk, dari sini akan timbul jamur yang nantinya akan mencemari air kolam. Biasanya larva terlihat bergerombol di beberapa bagian dalam kolam terutama pada sudut kolam dengan ukuran sangat kecil lebih mirip seperti lumut berwarna kehijauan




Gambar : Larva Ikan lele
Dalam satu atau dua hari larva lele semakin besar disini tidaklah perlu kita memberikan pakan dulu, karena cadangan kuning telur yang yang tersimpan pada tubuh ikan sudah mampu nyuplai makan 1-2 hari. Jangan lupa suplay oksigen ke kolam harus ada gunakan air pump atau alirkan air bersih ke kolam dengan debit kecil agar larva tidak bertebaran.Kolam masih dalam keadaan tertutup ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan suhu air, dan ada beberapa sumber mengatakan juga untuk beberapa daerah meyakini cara ini bisa untuk menghambat tumbuhnya lumut jerat. Proses penutupan selama 1 minggu ini karena bibit sudah mampu ber adaptasi dengan suhu lingkungan yang ada.


Setelah tiga hari menetas maka larva di beri makan cacing sutra halus segar, ada beberapa sumber juga mengatakan bisa di cacah dan disaring apabila cacing terlau besar .jangan lupa untuk menyipon (membersihkan kotoran dan sisa makanan yang tidak termakan) agar tdk menimbulkan penyakit, pemberian cacing dapat dilakukan 3 – 4 kali dalam 1 hari, bias juga sesuai nafsu makan dari larva dan ditambah porsinya untuk setiap karena larva semakin besar.



Gambar : Cacing sutra segar
Pemberian Cacing akan lebih baik dilakukan selama 20 hari setelah itu bisa menggunakan pakan pellet tabur (D0) daerah sini menamai ceki (Pellet bubuk)




Gambar : Bibit ikan lele umur 14 hari
Setelah bibit berukuran 3-4 cm dengan usia sekitar 20 hari dilakukan penyotiran / penyamplingan ukuran bibit yang nantinya akan di masukkan ke dalam kolam pendederan. (Tampungan) dengan ketinggian air 30 cm sampai mencapai ukuran 4-6 cm & 5-7 cm dan bibit sudah makan pellet f999, Hingga lele siap untuk di jual kepada petanni pendederan / petani pembesaran sampai ukuran konsumsi
Ketersedian air yang bersih dan pasokan oksigen yang cukup disertai pemberiaan pakan yang teratur akan dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan dari benih. Ada beberap sumber mengatakan kualitas air adalah sangat penting dalam usaha budidaya ikan air tawar dalam hal ini ukuran kualitas arkolam dapat dinilai dari :
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).


Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 - 26 0C).
Penggantian air secara berkala dengan takaran 30 % air dalam kolam dengan air bersih, dimungkinkan akan terpeliharanya kwalitas air secara menyeluruh dan yang artinya pertumbuhan dari ikan yang kita budidayakan akan berkembang jauh lebih baik.
Semoga Tulisan ini bias berguna dan membantu bagi rekan-rekan yang ingin menerjuni usaha ini, atau hanya untuk menyalurkan hoby, Kalau ada hal yang belum jelas bias tulis cooment, InsyaAllah akan dibantu, untuk rekan rekan yang telah dahulu memposting perihal/mengenai teknik budidaya ikan air tawar khususnya lele, salam kenal semoga suatu saat kita bias sharing, Salam sukses.
Share
Copyright MyCorp © 2016
Create a free website with uCoz